Rabu, 13 Oktober 2010

Tugas Untuk Kelas X

Bagi siswa kelas X SMA Al Hikmah Muncar, tugas untuk membuat tatanama / klasifikasi tanaman yang ada di lingkungan sekitar SMA Al Hikmah Muncar sebagai berikut :

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
  Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
     Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
        Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
           Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
              Sub Kelas: Magnoliidae
                 Ordo: Magnoliales
                     Famili: Annonaceae
                        Genus: Polyalthia
                           Spesies: Polyalthia longifolia sonn.
                           Nama Daerah : Glodokan
                                            Janda Merana (wilayah Banyuwangi)

Untuk pembuatan nama pada setiap tanaman dengan mengunakan ukuran 30cm persegi, dan tugas di kumpulkan pada tanggal 14 Oktober 2010.

PEMBAGIAN RANGKA TUBUH MANUSIA


Rangka tubuh manusia dikelompokkan atas dua bagian yaitu:
A. Skeleton aksial
Terdiri atas sekelompok tulang yang menyusun poros tubu
h dan memberikan dukungan dan perlindungan pada organ di kepala, leher dan badan
Skeleton aksial terdiri dari:
  1. Tulang Tengkorak
  2. Tulang dada
  3. Tulang rusuk
  4. ruas-ruas tulang belakang
Tulang Tengkorak Tulang-tulang tengkorak merupakan tulang yang menyusun kerangka kepala. Tulang tengkorak tersusun atas 8 buah tulang yang menyusun kepala dan empat belas tulang yang menyusun bagian wajah. tulang tengkorak bagian kepala merupakan bingkai pelindung dari otak.
Jenis-jenis tulang tengkorak adalah:

1. Tulang tengkorak bagian kepala terdiri dari:
  • bagian parietal --> tulang dahi
  • bagian temporal --> tulang samping kiri kanan kepala dekat telinga
  • bagian occipitas --> daerah belakang daritengkorak
  • bagian spenoid --> berdekatan dengan tulang rongga mata, seperti tulang baji
  • bagian ethmoid --> tulang yang menyususn rongga hidung
Sendi yang terdapat diantara tulang-tulang tengkorak merupakan sendi mati yang disebut sutura.
2, Tulang tengkorak bagian wajah terdiri dari:
  • rahang bawah --> menempel pada tulang tengkorak bagian temporal. hal tersebut merupakan satu-satunya hubungan antar tulang dengan gerakan yang lebih bebas
  • Rahang bawah --> menyusun sebagian dari hidung, dan langit-langit
  • palatinum (tulang langit0langit) --> menyusun sebagian dari rongga hidung dan bagian atas dari atap rongga mulut
  • zigomatik --> tulang pipi
  • tulang hidung
  • Tulang lakrimal --> sekat tulang hidung
Tulang dada
Tulang dada termasuk tulang pipih, terletak di bagian tengah dada. pada sisi kiri dan kanan tulang dada terdapat tempat lekat dari rusuk. bersama-sama dengan rusuk, tulang dada memberikan perlindungan pada jantung, paru-paru dan pembuluh darah besar dari kerusakan
Tulang dada tersusun atas 3 tulang yaitu:
  • tulang hulu / manubrium. terletak di bagian atas dari tulang dada, tempat melekatknya tulang rusuk yang pertama dan kedua
  • Tulang badan / gladiolus, terletak dibagian tengah, tempat melekatnya tulang rusuk ke tiga sampai ke tujuh, gabungan tulang rusuk ke delapan sampai sepuluh.
  • Tulang taju pedang / xiphoid process, terletak di bagian bawah dari tulang dada. Tulang ini terbentuk dari tulang rawan
Tulang Rusuk
Tulang rusuk berbentuk tipis, pipih dan melengkung. bersama-sama dengan tulang dada membentuk rongga dada untuk melindungi jantung dan paru-paru. Tulang rusuk dibedakan atas tiga bagian yaitu:
  • Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. Tulang-tulang rusuk ini pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ujung depannya berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan
  • Tulang rusuk palsu berjumlah 3 pasang. Tulang rusuk ini memiliki ukuran lebih pendek dibandingkan tulang rusuk sejati. Pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ketiga ujung tulang bagian depan disatukan oleh tulang rawan yang melekatkannya pada satu titik di tulang dada
  • Rusuk melayang berjumlah 2 pasang. Tulang rusuk ini pada ujung belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depannya bebas.
Tulang rusuk memiliki beberapa fungsi diantaranya 1). melindungi jantung dan paru-paru dari goncangan. 2). melindungi lambung, limpa dan ginjal. 3). membantu pernapasan. 4).

Ruas-ruas tulang belakang
Ruas-ruas tulang belakang disebut juga tulang belakang disu
sun oleh 33 uah tulang dengan bentuk tidak beraturan. ke 33 buah tulang tersebut terbagai atas 5 bagian yaitu:
  • tujuh ruas pertama disebut tulang leher. ruas pertama dari tulang leher disebut tulang atlas, dan ruas kedua berupa tulang pemutar atau poros. bentuk dari tulang atlas memungkinkan kepala untuk melakukan gerakan atau goyangan "ya" atau goyangan "tidak"
  • Dua belas ruas berikutnya membentuk tulang punggung. Ruas-ruas tulang punggung pada bagian kiri dan kanannya merupakan tempat melekatnya tulang rusuk
  • Lima ruas berikutnya merupakan tulang pinggang. Ukuran tulang pinggang lebih besar dibandingkan tulang punggung. Ruas-ruas tulang pinggang menahan sebagian besar berat tubuh dan banyak melekat otot-otot
  • Lima ruas tulang kelangkangan (sacrum), yang menyatu, berbentuk segitiga terletak dibawah ruas-ruas tulang pinggang.
  • bagian bawah dari ruas-ruas tulang belakang disebut tulang ekor (coccyx), tersusun atas 3 sampai dengan 5 ruas tulang belakang yang menyatu.
Ruas-ruas tulang belakang berfungsi untuk menegakkan badan dan menjaga keseimbangan. menyokong kepala dan tangan, dan tempat melekatnya otot, rusuk dan beberapa organ

B. Skeleton apendikular
Tersusun atas tulang tula
ng yang merupakan tambahan dari skeleton axial. Skeleton axial terdiri dari :
  • Anggota gerak atas
  • anggota gerak bawah
  • gelang panggung
  • bagian akhir dari ruas-ruas tulang belakang seperti sakrum dan tulang coccyx
Tulang anggota gerak atas (extremitas superior)
Tulang penyusun anggota gerak atas tersusun atas:
  1. Humerus / tulang lengan atas. Termasuk kelompok tulang panjang /pipa, ujung atasnya besar, halus, dan dikelilingi oleh tulang belikat. pada bagian bawah memiliki dua lekukan merupakan tempat melekatnya tulang radius dan ulna
  2. Radius dan ulna / pengumpil dan hasta. Tulang ulna berukuran lebih besar dibandingkan radius, dan melekat dengan kuat di humerus. Tulang radius memiliki kontribusi yang besar untuk gerakan lengan bawah dibandingkan ulna.
  3. karpal / pergelangan tangan. tersusun atas 8 buah tulang yang saling dihubungkan oleh ligamen
  4. metakarpal / telapak tangan. Tersusun atas lima buah tangan. Pada bagian atas berhubungan dengan tulang pergelangan tangan, sedangkan bagian bawah berhubungan dengan tulang-tulang jari (palanges)
  5. Palanges (tulang jari-jari). tersusun atas 14 buah tulang. Setiap jari tersusun atas tiga buah tulang, kecuali ibu jari yang hanya tersusun atas 2 buah tulang.
Tulang anggota gerak atas (ekstremitas inferior)
Tulang anggota gerak bawah disusun oleh tulang:
  1. Femur / tulang paha. Termasuk kelompok tulang panjang, terletak mulai dari gelang panggul sampai ke lutut.
  2. Tibia dan fibula / tulang kering dan tulang betis. Bagian pangkal berhubungan dengan lutut bagian ujung berhubungan dengan pergelangan kaki. Ukuran tulang kering lebih besar dinandingkan tulang betis karena berfungsi untuk menahan beban atau berat tubuh. Tulang betis merupakan tempat melekatnya beberapa otot
  3. Patela / tempurung lutut. terletak antara femur dengan tibia, bentuk segitiga. patela berfungsi melindungi sendi lutut, dan memberikan kekuatan pada tendon yang membentuk lutut
  4. Tarsal / Tulang pergelangan kaki. Termasuk tulang pendek, dan tersusun atas 8 tulang dengan salah satunya adalah tulang tumit.
  5. Metatarsal / Tulang telapak kaki. Tersusun atas 5 buah tulang yang tersesun mendatar.
  6. Palanges / tulang jari-jari tangan. Tersusunetiap jari tersusun atas 3 tulang kecuali tulang ibu jari atas 14 tualng.
Tulang gelang bahu (klavikula dan scapula / belikat dan selangka)
Tulang gelang bahu disebut juga tulang pectoral bahu tersusun atas 4 buah tulang yaitu 2 tulang belikat (skapula) dan 2 tulang selangka ( klavikula).
Tulang selangka berbentuk seperti huruf "S", berhubungan dengan tulang lengan atas (humerus) untuk membentuk persendian yang menghasilkan gerakan lebih bebas, ujung yang satu berhubungan dengan tulang dada sedangkan ujung lainnya berhubungan dengan tulang belikat.
Tulang belikat (skapula) berukuran besar, bentuk segitiga dan pipih, terletak pada bagian belakang dari tulang rusuk.
Fungsi utama dari gelang bahu adalah tempat melekatnya sejumlah otot yang memungkinkan terjadinya gerakan pada sendi

Gelang Panggul
Tulang gelang panggul terdiri atas dua buah tulang pinggung. Pada anak anak tulang pinggul ini terpisah terdiri atas tiga buah tulang yaitu illium (bagian atas), tulang ischiun (bagian bawah) dan tulang pubis (di bagian tengah). (Lihat gambar)
Dibagian belakang dari gelang panggul terdapat tulang sakrum yang merupakan bagian dari ruas-ruas tulang belakang. Pada bagian depan terdapat simfisis pubis merupakan jaringan ikat yang menghubungkan kedua tulang pubis.
Fungsi gelang panggung terutama untuk mendukung berat badan bersama-sama dengan ruas tulang belakang. melindungi dan mendukung organ-organ bawah, seperti kandung kemih, organ reproduksi, dan sebagai tempat tumbuh kembangnya janin.


JENIS TULANG
Jenis tulang yang menyusun tubuh manusia secara umum dibedakan atas 4 kelompok yaitu:
  • Tulang panjang : terdapat pada t. lengan atas (humerus), t. radius / pengumpil, t. ulna / hasta, t. metakarpal / telapak tangan
  • Tulang pendek: terdapat pada tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki
  • Tulang pipih : terdapat pada tulang rusuk, t. dada, t. tengkorak, dan gelang bahu
  • Tulang tidak beraturan: terdapat pada beberapa tulang tengkorak, dan ruas-ruas tulang belakang.
STRUKTUR TULANG
Tulang keras memiliki dua macam bentuk yaitu tulang kompak yang padat dan keras dan tulang spons yang berlubang-lubang dan rapuh. Tulang kompak bentuknya padat, keras dan membentuk perlindungan luar untuk jaringan tulang lainnya.
Tulang spons terletak di bagian dalam dari tulang kompak, rapuh dan memiliki banyak pori atau rongga-rongga. tulang spons terdapat pada ujung-ujung dari tulang kompak.
Jaringan tulang disusun oleh beberapa bentuk sel tulang, yang terdapat dalam cairan ekstraseluler (matriks) berupa garam-garam anorganik (sebagain besar berupa kalsium dan fosfor). garam-garam organik inilah yang memberikan kekuatan pada tulang dan serabut kolagen yang memberikan sifat elastis pada tulang.

SEL TULANG
Ada lima jenis sel tulang dalam jaringan tulang, yaitu:
  • Sel Osteogenik: yang memberikan tanggapan terhadap trauma, seperti fraktura (patah tulang). Sel ini memberikan perlindingan pada tulang dan membentuk sel-sel baru, sebagai pengganti sel-sel yang rusak
  • Sel osteoblast: merupakan sel-sel pembentuk sel tulang. Cel ini melakukan kegiatan sintesis dan sekresi mineral-mineral keseluruh subtansi dasar dan subtansi pada daerah yang memiliki kecepatan metabolisme yang tinggi
  • Sel osteosit: merupakan sel tulang dewasa yang terbentuk dari sel osteoblas. Sel-sel tulang ini membentuk jaringan tulang disekitarnya. Sel osteosit memelihara kesehatan tulang, menghasilkan enzim dan mengendalikan kandungan mineral dalam tulang, juga mengontrol pelepasan kalsium dari tulang ke darah.
  • Sel osteoklas: merupakan sel tulang yang besar, berfungsi untuk menghancurkan jaringan tulang. Sel osteoklas berperan penting dalam pertumbuhan tulang, penyembuhan, dan pengaturan kembali bentuk tulang
  • sel pelapis tulang: dibentuk oleh osteoblas disepanjang permukaan tulang orang dewasa. sel tulang ini mengatur pergerakan kalsiun dan fosfat dari dan kedalam tulang.

OSIFIKASI
Osifikasi adalah proses pembentukkan tulang keras dari tulang rawan (kartilago). Ada dua jenis osifikasi yaitu osifikasi intramembran dan osifikasi endokondral. Tulang keras dapat terbentuk baik melalui proses osifikasi intamembran, osifikasi endokondral atau kombinasi keduanya.
osifikasi intra membran berasal dari mesenkim yang merupakan cikal bakal dari tulang.
pada proses perkembangan hewan vertebrata terdapat tiga lapisan lembaga yaitu ektoderm, medoderm, dan endoderm. mesenkim merupakan bagian dari lapisan mesoderm, yang kemudian berkembang menjadi jaringan ikat dan darah. Tulang tengkorak berasal langsung dari sel-sel mesenkim melalui proses osifikasi intramembran.
Osifikasi endokondral adalah pergantian tulang rawan menjadi tulang keras selama proses pertumbuhan. proses osifikasi ini bertanggung jawab pada pembentukkan sebagian besar tulang manusia. Pada proses ini sel-sel tulang (osteoblas) aktif membelah dan muncul dibagian tengah dari tulang rawan yang disebut center osifikasi. Osteoblas selanjutnya berubah menjadi osteosit, sel-sel tulang dewasa ini tertanam dengan kuat pada matriks tulang.
Sebagian besar tulang juga dapat terbentuk dari gabungan osifikasi intramembran dan osifikasi endokondral. pada proses ini sel mesenkim berkembang menjadi kondroblast yang aktif membelah. sel-sel kondroblas yang besar mensekresikan matriks yang berupa kondrin. kondroblas berubah menjadi osteoblas yang menghasilkan osteosit dan menghasilkan mineral untuk membentuk matriks tulang.
Tulang keras dewasa merupakan jaringan hidup yang tersusun atas komponen organik dan komponen mineral. Komponen organik terdiri atas protein berupa serabut kolagen, matriks ekstraseluler dan fibroblast, dengan sel-sel hidup yang menghasilkan kolagen dan matriks.
komponen mineral tersusun atas kalsium karbonat yang memberikan kekuatan dan kekakuan pada tulang. Selama kehidupan individu, osteoblas terus mensekresikan mineral, sedangkan osteoklast terus mengabsorb mineral. pasien rawat inap dan astronot, tulangnya serikali rapuh disebabkan proses reabsorbsi oleh osteoklast lebih cepat dibandingkan proses sekresi oleh osteoblast.
Tulang-tulang orang yang telah berumur rapuh disebabkan komponen mineral dalam tulang tersebut mulai menurun produksinya.

Sistem rangka manusia

PENDAHULUAN
Sistem rangka melakukan banyak fungsi penting diantaranya menyusun bentuk tubuh, perlindungan, gerakan tubuh, membentuk sel-sel darah, dan tempat penyimpanan mineral.

FUNGSI
- Rangka tubuh manusia dibentuk oleh tulang-tulang yang berjumlah 206 buah, membentuk kerangka yang kaku dengan jaringan-jaringan dan organ-organ yang melekat padanya
- Sistem rangka melindungi organ-organ vital seperti otak yang dilindungi oleh tulang tengkorak, paru-paru dan jantung dilindungi oleh tulang dada dan tulang rusuk
- gerakan tubuh terbentuk dari kerjasama antara sistem rangka dengan otot, oleh sebab itu keduanya sering dikelompokkan menjadi satu nama yaitu sistem musculo-skeletal
- rangka merupakan tempat melekatnya otot melalui perantaraan tendon. Antara tulang yang satu dengan tulang yang lain dikaitkan dengan perantaraan ligamen. Hubungan antara dua tulang disebut sendi
Sendi
atau artikulasi adalah hubungan antara dua tulang. berdasarkan gerakannya sendi dibedakan menjadi 3 jenis: sendi mati, sendi kaku dan sendi gerak
Sendi mati (sinarthrosis), karakter dari sendi ini adalah hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain sangat dekat, dan hanya dipisahkan oleh serabut jaringan ikat. Sendi sinarthrosis ini terdapat pada hubungan antara tulang-tulang tengkorak yang dikaitkan oleh sutura
Sendi kaku (Amfiathrosis), karakterisitik dari sendi ini adalah tulang-dengan tulang dihubungkan oleh tulang rawan hialin. Contoh sendi ini terdapat pada hubungan antara tulang rusuk dengan tulang dada yang dihubungkan oleh tulang rawan hialin.
Sendi gerak (Diarthrosis), sebagian besar sendi yang terdapat dalam tubuh manusia adalah sendi gerak. Terdapat enam jenis sendi yang termasuk sendi gerak yaitu:
1. Sendi engsel
Pada sendi engsel, kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu. gerakannya
hanya satu arah seperti gerak engsel pintu. Contoh sendi pada siku (hubungan antara tulang
humerus/lengan atas dengan tulang radius ulna/pengumpil hasta, dan hubungan antara
tulang femur/paha dengan tulang tibia fibula /kering betis) sendi pada mata kaki, dan sendi
antar ruas jari
2. Sendi putar
Pada sendi putar, ujung tulang satu mengitari ujung tulang lain. Bentuk seperti ini memung-
kinkan gerakan rotasi dengan satu poros. Contoh sendi antara tulang hasta/ulna dengan
tulang pengumpil/radius
3. Sendi Pelana atau sendi sela
Pada sendi pelana, kedua ujung tulang membentuk sendi berbentuk pelana dan berporos dua,
tetapi dapat bergerak lebih bebas seperti gerakan orang naik kuda. Contoh sendi antara
tulang telapak tangan dengan tulang pergelangan tangan.
4. Sendi kondiloid atau elipsoid
Sendi kondiloid memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan ke kiri dan ke kanan,
ke depan dan ke belakang. Ujung tulang yang satu berbentuk oval dan masuk kedalam suatu
lekuk berbentuk elips. Contoh sendi antara tulang pengumpil dengan tulang pergelangan
tangan
5. Sendi peluru
Pada sendi peluru, kedua ujung tulang berbentuk lekuk dan bonggol. Bentuk ini
memungkinkan gerakan bebas ke segala arah dan dapat berporos tiga. Contoh sendi antara
tulang humerus/lengan atas dengan tulang gelang bahu, dan sendi antara tulang gelang
panggul dengan tulang femur /paha
6. Sendi luncur
Pada sendi ini, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan
tidak berporos. Contoh sendi antar tulang pergelangan tangan, antar tulang pergelengan kaki,
antar tulang selangka, dan antar tulang belikat

Otot yang menyebabkan pergerakan sendi, melakat pada dua buah tulang yang berbeda dengan perantaraan tendon.Contoh otot melekat pada satu ujung di pangkal tulang humerus, dan ujung lainnya melekat pada tulang pengumpil hasta. Jika otot bisep berkontraksi, maka otot trisep relaksasi. Aktivitas kedua jenis otot ini menimbulkan gerakan menekuk di siku-siku. Jika otot trisep berkontraksi dan otot bisep relaksasi, aktivitas kedua otot tersebut meluruskan kembali lengan.
Sel-sel darah merah (eritrosist) diproduksi di sumsum tulang. Setiap menit dihasilkan rata-rata 2,6 juta sel darah merah baru untuk menggantikan sel darah merah yang telah tua dan dihancurkan di hati.
Tulang merupakan tempat penyimpanan mineral seperti kalsium dan pospor. bila kadar mineral dalam darah tinggi maka akan disimpan di sumsum tulang, demikian sebaliknya bila kadar mineral dalam darah kurang maka akan diambil dari cadangan mineral yang ada dalam tulang

Bakteri

Bakteri


I. PENDAHULUAN
Bahan makanan seperti nata de coco, keju dan yogurth adalah produk olahan hasil kerja mikroorganisme bakteri. Penyakit kusta, TBC, pneumonia, merupakan sebagian dari penyakit yang juga disebabkan oleh mikroorganisme bakteri.
Walaupun tergolong organisme renik, tetapi dampak keberadaan organisme ini bagi seluruh kehidupan sangat luar biasa. Sebagai contoh sebagian bakteri memiliki kemampuan sebagai pengurai dan pelaksana daur biokgeokimia. Jadi bisa dibayangkan jika seandainya organisme ini tidak ada, mungkin seluruh permukaan bumi sudah tenggelam dengan tumpukan sampah atau bangkai organisme
II. CIRI-CIRI BAKTERI
· Merupakan organisme prokariotik (tidak memiliki iti sejati atau belum memiliki membran inti sebagai pembungkus bahan inti)
· Organisme prokariot dengan keanekaragaman tinggi dan jumlah berlimpah tiada banding
(Jumlah prokariot mendominasi makhluk hidup di biosfer, sebagai contoh jumlah prokariot dalam segumpal tanah jauh melebih jumlah total manusia yang pernah hidup di permukaan bumi )
· Organisme prokariot ini memiliki area penyebaran yang sangat luas, habitatnya dimana-mana dan dalam kondisi apapun (lingkungan ekstrim) seperti panas, dingin, asin, asam atau terlalu basa
· Sebagian besar organisme prokariotik adalah uniseluler (bersel satu), tetapi ada juga yang berkoloni / berkelompok yang terdiri dari gabungan beberapa sel Selain itu organisme prokariotik ini berkecendrungan hidup dengan cara berasosiasi dengan sesamanya atau dengan eukariotik lain (simbiosis)
· Organieme prokariotik ini memiliki keanekaragan bentuk paling tinggi, seperti bentuk coccus, bacil, dan heliks / spiral.
Keanekaragaman bentuk coccus diantaranya adalah:
1. Monococcus, berupa sel bakteri coccus tunggal, contoh Chlamida trachomatis (penyebab penyakit mata
2. Diplococcus, berupa dua sel bakteri coccus berdempetan , seperti Neisseria gonorrhoeae (penyebab penyakit kelamin raja singa)
3. Sarcina, berupa delapan sel bakteri berdempetan membentuk kubus, seperti Thiosarcina rosea
4. Stafilococcus, yaitu beberapa sel bakteri bergerombol seperti seperti buah anggur, contohnya Staphylococcus aureus
5. Streptococcus, yaitu beberapa sel bakteri coccus berdempetan membentuk rantai, contoh Streptococcus mutans
Keanekaragaman bentuk bacil diantaranya adalah:
1. Monobasil, yaitu satu sel bakteri yang berbentuk batang tunggal, contohnya Escherisia coli
2. Diplobacil, yaitu dua sel bakteri berbentuk batang berdempetan
3. Streptobacil, yaitu beberapa sel bakteri berbentuk batang berdempetan membentuk rantai, contohnya Bacillus antracis
Keanekaragaman bentuk spiral diantaranya adalah:
1. Spiral, yaitu bakteri yang bentuknya bergelombang, contohnya Thiospirillopsis floridana
2. Spiroseta, yaitu bakteri yang berbentuk seperti sekrup, contohnya Treponema palidum
3. Vibrio, yaitu bakteri yang berbentuk seperti tanda baca koma, cotohnya Vibrio kolera
· Organisme prokariot berukuran renik, dengan diameter 5 m dan panjang 1 – 20 m
· Dapat diamati dengan menggunakan mikroskop fase kontras (mikroskop cahaya)
· Beberapa dari organisme prokariotik memiliki kamampuan membentuk endospora, suatu bentuk pertahanan bakteri terhadap lingkungan yang terlalu ekstrim
No
Bentuk bakteri
Nama koloni
Gambar
Contoh species
1
Coccus / bulat
Monococcus
Chlamida trachomatis
diplcoccus
Neisseria gonorrhoeae
sarcina
Thiosarcina rosea
Streptococcus
Streptococcus mutans
Staphylococcus
Staphylococcus aureus
2
Bacil / batang
Monobacil
Escherisia coli
Diplobacil
Bacilus antrachis
Streptobacil
Bacillus antracis
3
Spiral
Spirilum
Thiospirillopsis floridana
Spirosetta
Treponema palidum
Vibrio
Vibrio kolera
Cara hidup:
Berdasarkan cara mendapatkan makanan
1. Bakteri heterotrof: bakteri yang makanannya berupa senyawa organik dari organisme lain
a.Bakteri saprofit, Contoh: Escherisia coli
Bakteri yang memperoleh makanan dari dari sisa organisme atau produk organisme lain. Bakteri saprofit merupakan merupakan salah satu organisme pengurai (dekomposer) di alam.
b.bakteri parasit, Mycobakterium tuberculosis
Bakteri yang memperoleh makanan dari inangnya. Kelompok bakteri sebagaian ada yang bersifat patogen (penyebab penyakit).
2. Bakteri autotrof: makanannya berupa senyawa anorganik
a. bakteri fotoautotrof, Contoh:Thiocystis sp
Bakteri yang menggunakan energi cahaya matahari untuk membuat makanan
b. bakteri kemoautotrof , Contoh Nitrobacter sp, Nitrosomonas sp
Bakteri yang menggunakan energi kimia untuk membuat makanan
Berdasarkan cara mendapatkan energi
1. Bakteri aerob: membutuhkan oksigen untuk memperoleh energinya, contoh bakteri nitrosococcus, nitrobacter
    2. Bakteri anaerob: tidak membutuhkan oksigen untuk memperoleh energinya Contoh: Clostridium tetani, Micrococcus denitrifikan
    I. STRUKTUR BAKTERI
Struktur sel bakteri (prokariot) berbeda dengan sel eukariot. Bentuk struktur bakteri sebagai berikut:
Struktur dan fungsi sel bakteri dibedakan atas:
     1. Struktur dan fungsi dasar, yaitu struktur yang hampir dimiliki oleh semua jenis bakteri, diantaranya adalah:

a. Dinding sel
yang tersusun dari peptidoglikan (gabungan protein dengan polisakarida, berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk sel
b. Membran Plasma
yang tersusun dari fosfolipid dan protein (Lipoprotein), berfungsi untuk mengatur pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya
c. Sitoplasma
Cairan sel yang berisi beberapa organel sel (ribosom, DNA dan granula penyimpanan. Berfungsi sebagai tempat reaksi-reaksi kimia
d. Ribosom
Organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA. Berfungsi pada sintesis protein
e. DNA (Asam Deoksiribonukleat)
Struktur berserat, dengan rantai tunggal dan berbentuk cincin
f. Plasmid
kromosom tambahan berupa cincin-cincin DNA yang jauh lebih kecil dan berisi beberapa gen. Plasmid menyebabkan sel bakteri lebih kebal terhadap antibiotika
g. Mesosom
Lekukan kedalam dari membran sel, berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, dan pusat pembelahan sel
2. Struktur dan fungsi tambahan, yaitu struktur yang hanya dimiliki oleh beberapa bakteri, diantaranya adalah:
a. Kapsul
Merupakan lapisan lendir yang tersusun dari polisakarida dan air. untuk memberikan perlindungan tambahan, menempel pada substrat, dan membentuk koloni
b. Flagel
struktur berbentuk batang atas spiral, yang tersusun atas protein, berfungsi sebagai alat gerak pada beberapa bakteri yang berbentuk bacil atau spiral
c. Fillus
berupa rambut halus yang menonjol dari dinding sel. Serupa flagel namun lebih kaku dan pendek.Berfungsi untuk melekatkan diri ke membran inang, berlekatan dengan sesamanya saat transfer
I. PENGELOMPOKKAN BAKTERI
Berdasarkan struktur biokimia dan fisiologi, dikelompokkan atas:
1. Archaeobacteria
Kelompok prokariot primitif, dinding selnya tidak memiliki peptidoglikan, tapi membran plasmanya banyak mengandung lipopolisakarida, dan hidup pada kondisi lingkungan yang ekstrim
Jenis:
1. Metanogen
Habitat dilumpur dan di rawa sebagai pengurai. Mampu merubah kotoran menjadi gas metana atau gas rawa (Bio gas) dalam keadaan anaerob. Contoh Metanobacterium
2. Halofil ekstrim
Habitat diair yang salinitasnya tinggi. Contoh: Hllobacterium
3. Termofil ekstrim
habitat pada lingkungan panas dengan temperatur 60 – 80 oC (kawah vulkanik). Contoh: Sulfolobus dan Thermoplasma
2. Eubacteria
kelompok prokariot terbesar, dinding sel terbuat dari peptidoglikan, dengan variasi jenis yang tinggi
Jenis Eubacteria adalah:
Actinomycetes, contohnya Mycobacterium sp dan Streptomyces sp
Kemoautotrof, contohnya Nitrobacter sp dan Nitrosomonas sp
Fotoautotrof, contohnya Chromatium sp dan Rhodospirillum sp
Penghasil endospora, contohnya Bacillus sp dan Clostridium sp
Bakteri saluran cerna, contohnya Escherisia coli
Bakteri seperti badan buah, contohnya Myxococcus sp
Bakteri tidak berdinding sel, cotohnya Mycoplasma sp
Bakteri pengikat nitrogen, contohnya Azotobacter sp dan Rhyzobium sp
Bakteri tanah, contohnya Pseudopodium sp
Bakteri pada mamalia dan arthropoda, contohnya Rickettsia sp dan Chlamidia sp
Spirosetts, contohnya Treponema palidum
II. REPRODUKSI BAKTERI
Perkembangbiakan bakteri umumnya dilakukan secara aseksual melalui pembelahan biner, yaitu setiap sel membelah menjadi dua. Tujuan dari perkembangbiakan ini adalah untuk menambah jumlah atau populasi bakteri. Kecepatan pembelahan bakteri jika berada pada lingkungan yang sesuai rata-rata dapat membelaha setiap 20 menit. Namun demikian kecepatan pembelahan bakteri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: suhu, pH, Konsentrasi garam, sumber nutrisi.
Selain reproduksi aseksual, bakteri juga melakukan reproduksi seksual, melalui transformasi, Transduksi, dan konjugasi. Tujuan dari perkembangbiakan ini bukan untuk memperbanyak jumlah melainkan untuk membentuk variasi genetik atau pertukaran materi genetik yang disebut rekombinasi.
1. Transduksi : pemindahan gen antar prokariot dengan bantuan virus
2. Transformasi: Pengambilan gen dari lingkungan sekitar yang memungkinkan terjadinya pemindahan materi genetik antar prokariot
3. Konjugasi: pemindahan gen-gen secara langsung dari satu prokariot ke prokariot lain
I. PERANAN BAKTERI

Penanggulangan terhadap bakteri yang merugikan
a. Pengawetan dan pengolahan makanan
Membuat makanan agar tidak mudah dirusak oleh mikroorganisme, seperti pemanisan, pengeringan, pengasapan, pengasinan dan pendinginan
b. Menanggulangi bakteri pathogen
Menjaga kebersihan dan kesehatan badan serta imunisasi. Beberapa vaksin untuk mencegah penyakit dan menjaga kekebalan tubuh, seperti: Vaksin kolera, vaksin tifus, vaksin BCG, vaksin DPT

Kamis, 07 Oktober 2010

Klarifikasi Materi Klasifikasi

Untuk siswa SMA Al Hikmah Muncar, baik kelas X, XI, maupaun kelas XII IPA, mengingat dan mempertimbangkan bahwa ilmu biologi semakin berkembang seiring perkembangannya ilmu pengetahuan, untuk itu, materi klasifikasi yang di pergunakan di tingkat Satuan Pendidikan SMA Al Hikmah Muncar mengambil literatur materi klasifikasi dari jumlah terbanyak .
Selanjutnya, untuk materi yang tercantum didalam buku pegangan siswa, baik itu buku paket, maupaun buku bimbingan, mohon untuk dapat menyesuaikan pada materi yang tertera pada webblog http://biohikmah.blogspot.com/
Untuk materi selengkapnya dapat di pelajari di dalam webblog ini. wallahualam bissawab( Dan Allah Maha Tahu Sesungguhnya)

Kisi-kisi Soal Biologi Kelas XII IPA

Untuk Kelas XII IPA, kisi-kisi soal biologi pada ujian KD Bersama Biologi semester ganjil ini adalah sebagai berikut:
1. Metabolisme
2. Anabolisme
3. Katabolisme
4. Enzim
5. Fotosintesis
6. Reanksi terang dan gelap
7. Kemosintesisn
8. Glikolisis
9. Metabolisme Protein
10. Metabolisme Karbohidrat
11. Metabolsime Lipi/lemak
12. Daur Glikolisis
13. Asam Piruvat
14. Praktik Fotosintesis
15. Praktik Enzim

Kisi-kisi Soal Biologi Kelas XI IPA

Berikut ini adalah Kisi-kisi Soal Biologi SMA Al Hikmah Muncar
Pada Ujian KD Bersama semester Ganjil Tahun Pelajaran 2010/2011

Soal pada KD Bersama Ini adalah dalam Bentuk Isay/Uraian, dan setiap soal di berikan alokasi waktu 9 menit. Jadi untuk KD Bersama Semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011 ini adalah 90menit.
beriku ini kisi-kisi soal pada Ujian KD Bersama Biologi semester Ganjil Tahun pelajaran 2010/2011
Soal no
1. Jaringan Hewan
2. Jaringan Epitel
3. Jaringan Ikat
4. Jaringan Darah
5. Jaringan saraf
6. jaringan Tulang
7. Otot
8. Embrional
9. Gambar Epitel
10. Gambar Otot

Untuk itu, semua siswa diharapkan segera mempersiapkan diri dai dalam mengikuti ujian KD Bersama